Kalau kita mengaca pada daerah timur tengah, dimana pergolakan terjadi dimana-mana. Dimulai dari Tunisia tahun lalu hingga kini berlanjut ke Bahrain dan Syria serta Mesir. Ratusan ribu anak muda dengan penuh semangat turun ke jalan merobohkan apa yang mereka anggap lalim melawan apa yang mereka anggap zalim.



Pada akhirnya kita tahu  kekuatan para pemuda dan pemudi di timur tengah ini mampu membuat 4 diktator kocar kacir ada yang melarikan diri. ada yang turun dari kekuasaan dan yang paling mengerikan ada yang tewas secara mengenaskan ditangan rakyatnya sendiri

Tapi pada akhirnya apakah budaya ini akan menular bagai wabah tomcat ? ataukah pada dasarnya semua masyarakat kita akan berpikir kekerasan adalah satu-satunya cara? Tentu saja kalau kita menginginkan sesuatu pasti akan ada harga yang dibayar permasalahnya apakah harga yang kita bayar pantas?

Latar belakang yang terjadi di timur tengah mungkin sedikit berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia tapi pada dasarnya sama masyarakat ingin suatu kepastian suatu perubahan yang akan “membawa” mereka ke arah “yang lebih baik” menurut anggapan mereka sendiri.

Walaupun berbeda tapi mari kita renungkan lagi apa yang terjadi di timur tengah dengan apa yang terjadi disini. Pada saat ini puluhan ribu anak muda yang notabene adalah seorang yang sudah mendapat pendidikan selama minimal 10 tahun lebih selama hidupnya yaitu “Mahasiswa” beraksi di jalanan menolak kenaikan harga BBM

sebab saya sangat prihatin mereka yang “teredukasi” entah dengan sistem pendidikan seperti apa di indonesia sangat sering berlaku anarkis entah di jakarta makasar medan dan beberapa kota lain kita tahu meski bukan satu-satunya gerakan mahasiswa selalu menjadi katalisator perubahan sejarah negara ini menunjukan demikian contohnya pada tahun 1998

namun apakah harus dengan kekerasan? Apakah kita harus selalu menciptakan tekanan pada pemerintahan dengan cara memblokade jalanan? Memblokade rel kereta api? Membakar pos polisi? Atau mencegat truk tanki pembawa BBM?

Is that worth the cost? Apakah harga yang dibayar sama dengan hasilnya? Memblokade jalanan tentu mengacaukan arus transportasi yang tentunya mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Merusak fasilitas umum? Hanya akan membuang uang rakyat yang digunakan untuk membangun fasilitas umum itu.

Di tengah spirit para pemuda yang membara semangat “membela” Rakyat seringkali berlaku anarkis Tetapi seganas-ganasnya manusia tentu manusia berbeda dengan hewan manusia mempunyai kontrol emosi yang sangat mumpuni oleh karena itulah kita sangat berbeda dengan hewan kita menempatkan diri kita sendiri di rantai makanan paling tinggi. Berbeda dengan makhluk lain.

Silahkan anda mau mengekspresikan aspirasi anda peraturan undang undang di negara kita menjamin dengan sangat mumpuni kebebasan berpendapat tapi jangan sampai melakukan tindakan yang memberi alasan aparat yang berwajib untuk bertindak represif.

Persuasi dan dialog tetaplah jalan yang terbaik dan bermartabat walaupun hampir tidak mungkin dilakukan ditengah kondisi yang memanas tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.anggap semua ini adalah guru yang baik toh dimasa depan akan masih banyak demonstrasi  selama hak untuk berpendapat belum dicabut dari konstitusi

Leave a Reply